Jumat, 16 Juli 2010

KELEBIHAN SMK dibanding SMA

SMK sudah sejak lama merupakan sekolah yang identik dengan pencetak para orang-orang yang handal didunia kerja. namun juga identik sebagai pusat sekolahnya arek mbetik (anak nakal) dan orang yang tak mampu (maaf). mengapa saya bisa katakan seperti itu, karena yang sudah saya tahu dimasyarakat ialah paradigma bagaimana sebuah SMK dianggap sebagai pilihan terakhir.

yang kata biasanya muncul ialah "wes pokoke sekolah" (sudah pokoknya sekolah). itu menandakan bahwa pesimisme terhadap SMK tetap selalu ada. dan menjadi pusat anak nakal karena kebanyakan yang menjadi pusat anak nakal bukan SMK Negeri tetapi Swasta, walaupun tidak kesemuanya seperti itu karena ada faktor lain seperti lingkungan, teman, keluarga dsb. tetapi kebanyakan ialah seperti itu.

saya sering baca di news ticker tv, bahwa pemerintah akan meningkatkan jumlah SMK diprovinsi atau kota-kota. tak pelakpun perkataan seperti itu santapan mantap para elit politik terutama oposisi untuk menunjukkan kegagalan pemerintah membuat lapangan kerja yang layak bagi semua.

tak berhenti disitu, masih dalam lingkup paradigma. kebanyakan orang tua yang dulunya lulusan SMA, tidak tahu SMK itu seperti apa. mereka hanya tahu bahwa SMK itu praktik terus menerus pembelajarannya (gak remek a awak) dan tak ada pelajaran teorinya seperti matematika, agama, IPA, Bahasa dsb. dan paradigma itupun menurun pada anak yaitu setelah SMP lanjutkan ke SMA. itu pula didukung oleh para guru SMP yang lebih menginginkan anak didiknya masuk ke SMA daripada ke SMA.

Hal itu tak lain dan tak bukan untuk apalagi karena citra sekolah. para guru apalagi kepala sekolah SMP Negeri favorit misalnya (seperti sekolah saya, SMPN 2 SIDOARJO hehe) akan lebih bangga memajang dalam daftar promosi siswa baru yang masuk SMAN favorit berapa orang, dan itu akan meningkatkan antusiasme untuk masuk SMP tersebut. dan sekali lagi SMK hanya dianggap PILIHAN TERAKHIR atau THE LAST OPTION.

kalau boleh saya jawab:

NONSEN, PERSETAN DENGAN JAWABAN ITU SEMUA, ITU BOHONG, ITU PALSU, ITU PARADIGMA BODOH, ITU PEMBANGUNAN MENTAL YANG SALAH.

kenapa saya bisa bilang keras seperti itu. karena saya sudah capek karena harkat SMK direndahkan. saya buktikan bahwa SMK lebih unggul. kita harus sadari bahwa TAK SEMUA LULUSAN SMA atau SMK BISA MELANJUTKAN KE BANGKU KULIAH. karena mahalnya biaya masuk, test, dsb. belum masalah pergaulan anak keluar.

keunggulan smk,.,

Keunggulan-keunggulan SMK

Dalam tataran praktis, kita dapat melihat bahwa para alumni SMK menamatkan pendidikan formal mereka dalam keadaan siap kerja. Ini mencirikan keunggulan SMK dibanding sekolah-sekolah umum. Tanpa menghabiskan waktu untuk mendidik-ulang para pekerja yang baru, perusahaan-perusahaan memperoleh tenaga kerja profesional langsung dari sekolah-sekolah kejuruan manajemen bisnis. Makin baik kualitas sekolahnya, makin bermutu pula para alumninya. Karena itu, dunia usaha hanya bersedia menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah kejuruan yang mereka anggap mampu menjalankan tugas mendidik para siswa menjadi pekerja kompeten.

Apa bedanya SMK dengan lembaga-lembaga pendidikan non-formal yang menawarkan kursus-kursus manajemen, administrasi, dan sebagainya?

SMK adalah sebuah lembaga pendidikan formal. Ini berarti para siswa yang lulus memperoleh kesempatan ganda: mereka dapat meneruskan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, atau langsung bekerja. Lembaga-lembaga kursus tidak dapat menawarkan pilihan seperti itu.

Selain itu, SMK memberikan bekal pendidikan yang tidak hanya semata-mata membantu siswa menguasai suatu keahlian, tetapi juga memberi mereka lingkungan belajar-mengajar dan pergaulan yang baik. Pelajaran-pelajaran serta kegiatan-kegiatan yang bertujuan membangun akhlak, moral, dan budi-pekerti, serta kesehatan jasmani maupun rohani, juga tercakup dalam kurikulum pendidikan SMK, dan ini semua tidak ada dalam program kursus. Kesiapan kerja mencakup pula kesiapan mental dan fisik, karenanya pola pendidikan SMK meliputi penggemblengan kedua-duanya.

Karena itu, kini bersekolah di SMK tak lagi merupakan tanda rendahnya kualitas siswa, melainkan sebagai penanda pilihan praktisnya dan keputusannya tentang bagaimana mereka akan menjalani kehidupan orang dewasa.

Dalam tataran praktis, kita dapat melihat bahwa para alumni SMK menamatkan pendidikan formal mereka dalam keadaan siap kerja. Ini mencirikan keunggulan SMK dibanding sekolah-sekolah umum. Tanpa menghabiskan waktu untuk mendidik-ulang para pekerja yang baru, perusahaan-perusahaan memperoleh tenaga kerja profesional langsung dari sekolah-sekolah kejuruan manajemen bisnis. Makin baik kualitas sekolahnya, makin bermutu pula para alumninya. Karena itu, dunia usaha hanya bersedia menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah kejuruan yang mereka anggap mampu menjalankan tugas mendidik para siswa menjadi pekerja kompeten.

Apa bedanya SMK dengan lembaga-lembaga pendidikan non-formal yang menawarkan kursus-kursus manajemen, administrasi, dan sebagainya?

SMK adalah sebuah lembaga pendidikan formal. Ini berarti para siswa yang lulus memperoleh kesempatan ganda: mereka dapat meneruskan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, atau langsung bekerja. Lembaga-lembaga kursus tidak dapat menawarkan pilihan seperti itu.

Selain itu, SMK memberikan bekal pendidikan yang tidak hanya semata-mata membantu siswa menguasai suatu keahlian, tetapi juga memberi mereka lingkungan belajar-mengajar dan pergaulan yang baik. Pelajaran-pelajaran serta kegiatan-kegiatan yang bertujuan membangun akhlak, moral, dan budi-pekerti, serta kesehatan jasmani maupun rohani, juga tercakup dalam kurikulum pendidikan SMK, dan ini semua tidak ada dalam program kursus. Kesiapan kerja mencakup pula kesiapan mental dan fisik, karenanya pola pendidikan SMK meliputi penggemblengan kedua-duanya.

Karena itu, kini bersekolah di SMK tak lagi merupakan tanda rendahnya kualitas siswa, melainkan sebagai penanda pilihan praktisnya dan keputusannya tentang bagaimana mereka akan menjalani kehidupan orang dewasa.

Lulusan Smk Harus Plus-Plus

khir-akhir ini sering kita mendengar iklan layanan Pemerintah di radio dan televisi mengkampanyekan agar para pelajar lulusan SMP untuk masuk sekolah menengah kejuruan atau SMK. Berbagai keunggulan SMK ditonjolkan untuk menarik para pelajar SMP dan orangtuanya untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di SMK. Memang diakui dengan masuk SMK, para pelajar selain mendapat pelajaran umum seperti di sekolah menengah umum, juga mendapat ilmu keterampilan khusus sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Namun jika melihat di bidang prestasi akademik, pelajar-pelajar SMK masih tertinggal bila dibandingkan prestasi-prestasi akademik pelajar-pelajar SMU. Sehingga umumnya dalam pandangan masyarakat masih menganggap menyekolahkan anaknya di SMU lebih terjamin prestasi akademiknya daripada disekolahkan di SMK. Walaupun SMK mempunyai tambahan keterampilan khusus, banyak masyarakat berpandangan belum menganggap penting tambahan keterampilan plus tersebut. Namun nampaknya pandangan ini akan segera berubah karena SMK diprioritaskan Pemerintah untuk lebih dikembangkan dan diperbanyak jumlahnya dibandingkan dengan SMA. Sehingga diharapkan prestasi pelajar-pelajar SMK akan semakin baik dalam kompetensi akademik maupun kompetensi keterampilan kerja.

Surat Dari Ghaza

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis
dan mengirim surat ini untuk kalian di
Indonesia,,??? namun , jika kalian tetap
bertanya kepadaku, kenapa…? Mungkin satu-
satunya jawaban yang saya miliki Adalah
karena Negeri kalian berpenduduk muslim
Terbanyak di punggung bumi ini,,,,bukan
demikian saudaraku??? disaat saya menunaikan
ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang
dari melempar jumrah Saya sempat
berkenalan dengan salah seorang “aktivis
da’wah” dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia
mengatakan kepadaku,”setiap tahun musim
haji, ada sekitar 205 ribu jama’ah haji ber asal
dari Indonesia datang ke Baitullah ini…!!!”.
Wah,,,,sungguh jumlah angka yang sangat
fantastis & membuat saya berdecak kagum,
Lalu saya mengatakan kepadanya,
“sauadaraku,,,,jika jumlah jama’ah Haji asal
GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang di
gabung,,itu belum bisa menyamai jumlah
jama’ah haji Dari negeri kalian dalam satu
musim haji saja”. Padahal jarak tempat kami ke
Baitullah lebih dekat di banding kalian yah…
Wah….wah…pasti uang kalian sangat banyak
yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 %
dari rombongan tersebut yang menunaikan
ibadah haji untuk yang kedua
kalinya,,,Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia

Pernah saya berkhayal dalam hati,,kenapa saya
& kami yang ada di GAZA ini Tidak dilahirkan di
negeri kalian saja. Wah….pasti sangat indah
dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman,
kaya dan subur, setidaknya itu yang saya
ketahui Tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu
disana amat mudah Menyusui bayi-bayinya,
susu formula bayi pasti dengan mudah kalian
dapatkan di toko-toko & para wanita hamil
kalian mungkin dengan mudah bersalin di
rumah sakit yang mereka inginkan. Ini…yang
membuatku iri kepadamu saudaraku Tidak
seperti di negeri kami ini….saudaraku, anak-
anak bayi kami lahir di tenda-tenda
pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel
menahan mobil ambulance yang akan
mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah
sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah
Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa
melahirkan diatas mobil,,,,yah diatas mobil
saudaraku!! Susu formula bayi adalah barang
yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2
tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui
bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua
tahun lamanya Walau, terkadang untuk
memperlancar ASI mereka, isteri kami rela
minum air rendaman gandum.
Namun,,,mengapa di negeri kalian , katanya
tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang
tidak jelas siapa ayah & ibunya , terkadang
ditemukan mati di parit-parit, di selokan-
selokan dan di tempat sampah,,,,itu yang kami
dapat dari informasi televisi. Dan yang
membuat saya terkejut dan merinding,,,,,
ternyata negeri kalian adalah negeri yang
tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah
ASIA,,,,Astaghfirullah. Ada apa dengan
kalian..??? Apakah karena di negeri kalian tidak
ada konflik bersenjata seperti kami disini,
sehingga orang bisa melakukan hal hina
tersebut….!!!, sepertinya kalian belum
menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di
sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak
penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-
bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-
selokan ,,,,atau got-got apalagi ditempat
sampah…saudaraku!!!, Mereka mati
syahid,,,saudaraku… mati syahid karena
serangan roket tentara Israel !!! Kami temukan
mereka tak bernyawa lagi dipangkuan
ibunya ,di bawah puing-puing bangunan
rumah kami yang hancur oleh serangan roket
tentara Zionis Israel, Saudaraku,,,,bagi kami
nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan
perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi
Mereka adala mata rantai yang akan
menyambung perjuangan kami
memerdekakan Negeri ini Perlu kalian
ketahui,,,sejak serangan Israel tanggal 27
desember kemarin Saudara-saudara kami
yang syahid sampai 1400 orang, 600
diantaranya adalah anak-anak kami
Namun,,,,sejak penyerangan itu pula sampai
hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi
baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan
mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang
kembar,,,Allahu Akbar!!!

Wahai saudaraku di Indonesia

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa
saja yang kalian tanam akan tumbuh dan
berbuah, Namun kenapa di negeri kalian masih
ada bayi yang kekurangan gizi ,menderita
busung lapar,,,, Apa karena kalian sulit mencari
rezki disana..? apa negeri kalian sedang di
blokade juga..? Perlu kalian ketahui,,,saudaraku,
tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita
kekurangan gizi apalagi sampai mati
kelaparan,,,walau sudah lama kami di blokade.
Kalian terlalu manja…!? Saya adalah pegawai
Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas
Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya
terima, tapi Allah SWT yang akan
mencukupkan rezki untuk kami. Perlu kalian
ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300
pasang pemuda Baru saja melangsungkan
pernikahan,,,yah,,,mereka menikah di sela-sela
serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan
akad nikah,,,,diantara bunyi letupan bom dan
peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami,
yaitu ust Isma’il Haniya memberikan santunan
awal pernikahan Bagi semua keluarga baru
tersebut .

Wahai Saudaraku di Indonesia

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa
merasakan “pengajian” atau halaqoh
pembinaan Di Negeri antum, seperti yang
diceritakan teman saya tersebut,,,, Program
pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak
kitab mungkin yang telah kalian baca, dan
Buku-buku pasti kalian telah lahap,,,kalian pun
sangat bersemangat bukan, itu karna kalian
punya waktu Kami tidak memiliki waktu yang
banyak disini wahai saudaraku… Satu
jam,,,yah satu jam itu adalah waktu yang
dipatok untuk kami disini untuk halaqoh Setelah
itu kami harus terjun langsung ke lapanagn
jihad, sesuai dengan tugas yang Telah
diberikan kepada kami. Kami disini sangat
menanti-nantikan hari halaqoh tersebut Walau
Cuma satu jam saudaraku,,,, Tentu kalian lebih
bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk
menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti
ta’aruf, tafahum dan takaful di sana. Hafalan
antum pasti lebih banyak dari kami,,, Semua
pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib
menghapal surat al anfaal sebagai “nyanyian
perang” kami, saya menghapal di sela-sela
waktu istirahat perang ,,, bagaimana Dengan
kalian…? Akhir desember kemarin, saya
menghadiri acara wisuda penamatan hafalan
30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000
anak yang tahun ini menghapal al qur’an,
umurnya baru 10 tahun , Saya yakin anak-anak
kalian jauh lebih cepat menghapal al quran
ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak
ada SDIT seperti di tempat kalian, yang
menyebar seperti jamur sekarang. Mereka
belajar di antara puing-puing reruntuhan
gedung yang hancur, yang tyanahnya sudah
Diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun
pohon kurma,,,, yah ditempat itulah mereka
belajar Saudaraku…., bunyi suara setoran
hafalan al quran mereka bergemuruh diantara
bunyi-bunyi senapan tentara Israel… Ayat-ayat
Jihad paling cepat mereka hafal,,,karena
memang didepan mereka “tafsirnya” langsung
Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia

Oh…iya, kami harus berterima kasih kepada
kalian semua, melihat aksi solidaritas yang
kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia,
kami menyaksikan demo-demo kalian disini.
Subhanallah,,,,,kami sangat terhibur, karena
kalian juga merasakan apa yang kami rasakan
disini. Memang banyak masyarakat dunia yang
menangisi kami disini , termasuk kalian di
Indonesia Namun,,,bukan tangisan kalian yang
kami butuhkan saudaraku Biarlah butiran air
matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat
yang dicatat Allah sebagai Bukti ukhuwah kalian
kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian
telah kami rasakan manfaatnya. Kami lah yang
berterima kasih,,partai kami yaitu Hamas sejak
berjuang melalui demokrasi Sejak tahun 2006,
terinspirasi oleh kemenangan partai da’wah
kalian di Indonesia, Berjuang lewat pintu ini,
kami baca semua tentang kalian. SUngguh
kalianlah yang mengajarkan bagaimana
mengelola partai yang baik, dekat dengan
masyarakat, melayani mereka, mulai baksos
sampai dengan DS, murni kami jiplak dari
kalian semua. Dan hasilnya saudaraku…. Kami
menang dengan angkan 67 % suara..Allahu
Akbar!!! Tahun 2010 kami juga akan pemilu
disini,,,kami tetap mengurus partai seperti
yang kami belajar dari kalian, tetap membina
para kader kami, dengan dengan masyarakat
dan satu lagi kami juga tetap mengangkat
senjata untuk mengusir tentara Israel dari bumi
palestina.
Kalian tidak sedang mengangkat senjata ,
seperti kami disini, kader kalian banyak,,,,,
Apalagi yang kurang dari kalian. Oh,,,iya hari
semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya
Untuk menjaga kantor, tugasku untuk
menunggu jika ada telepon dan fax yang
masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung
dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua
pejuang-pejuang islam di Indonesia.
Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H )

Kamis, 15 Juli 2010

LAGUKU

Mungkinkah kau tahu

Rasa cinta yang kini membara

Yang masih tersimpan dalam lubuk jiwa

Ingin kunyatakan

Lewat kata yang mesra untukmu

Namun ku tak kuasa untuk melakukannya

Mungkin hanya lewat lagu ini

Akan aku nyatakan rasa

Cintaku padamu rinduku padamu

Tak bertepi

Mungkin hanya sebuah lagu ini

Yang s'lalu akan kunyanyikan

Sebagai tanda betapa aku

Rindukan kamu

JEPANG

Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon/Nihon, nama resmi: Nipponkoku/Nihonkoku Tentang suara ini dengarkan ) adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.

Jepang terdiri dari 6.852 pulau[9] yang membuatnya merupakan suatu kepulauan. Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang bergunung-gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi. Gunung tertinggi di Jepang adalah Gunung Fuji yang merupakan sebuah gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128 juta orang, dan berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Tokyo secara de facto adalah ibu kota Jepang, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur. Tokyo Raya adalah sebutan untuk Tokyo dan beberapa kota yang berada di prefektur sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan terluas di dunia, Tokyo Raya berpenduduk lebih dari 30 juta orang.

Menurut mitologi tradisional, Jepang didirikan oleh Kaisar Jimmu pada abad ke-7 SM. Kaisar Jimmu memulai mata rantai monarki Jepang yang tidak terputus hingga kini. Meskipun begitu, sepanjang sejarahnya, untuk kebanyakan masa kekuatan sebenarnya berada di tangan anggota-anggota istana, shogun, pihak militer, dan memasuki zaman modern, di tangan perdana menteri. Menurut Konstitusi Jepang tahun 1947, Jepang adalah negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Kaisar Jepang dan Parlemen Jepang.

Sebagai negara maju di bidang ekonomi,[10] Jepang memiliki produk domestik bruto terbesar nomor dua setelah Amerika Serikat, dan masuk dalam urutan tiga besar dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Jepang adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, G8, OECD, dan APEC. Jepang memiliki kekuatan militer yang memadai lengkap dengan sistem pertahanan moderen seperti AEGIS serta suat armada besar kapal perusak. Dalam perdagangan luar negeri, Jepang berada di peringkat ke-4 negara pengekspor terbesar dan peringkat ke-6 negara pengimpor terbesar di dunia. Sebagai negara maju, penduduk Jepang memiliki standar hidup yang tinggi (peringkat ke-8 dalam Indeks Pembangunan Manusia) dan angka harapan hidup tertinggi di dunia menurut perkiraan PBB.[11] Dalam bidang teknologi, Jepang adalah negara maju di bidang telekomunikasi, permesinan, dan robotika.

INDONESIA

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara).[4] Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,[5] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau".[6] Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat.[7] Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu".[8] Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India.[9] Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).[4]

Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.[4] Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau di tahun 1913.[7]

Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki "Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.[10] Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan.[11] Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM,[12] menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad.[13] Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.[14]

Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.

Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan.[15] Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman Keemasan" dalam sejarah Indonesia.[16]

Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15.[17] Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel.[18] Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.

Johannes van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel

Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika,[19] yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.

Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (Politionele Actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer.[20] Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"),[21] dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.

Hatta, Sukarno, dan Sjahrir, tiga pendiri Indonesia

Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.

Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil "Mafia Berkeley".[22] Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia[23] diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama Papua. Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.

Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan. Politik Indonesia

Gedung MPR-DPR.
Istana Negara, bagian dari Istana Kepresidenan Jakarta.

Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak 2004 menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen.[24] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan dan TNI/Polri. MPR saat ini diketuai oleh Taufiq Kiemas. DPR saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Irman Gusman.

Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).

Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.